Langsung ke konten utama

Sembelihan Ahli Kitab, Halalkah?

 
 
Islam memperketat persoalan penyembelihan dan menganggap penting persoalan ini. Hal ini karena orang musyrik Arab dan pengikut agama lain telah menjadikan penyembelihan termasuk persoalan ibadah, bahkan termasuk keyakinan dan  persoalan pokok kepercayaan agama. 
Oleh karena itu, menyembelih mereka jadikan sebagai suatu cara untuk berbakti keppada Tuhannya.Maka disembelihnya binatang berhala atau dengan menyebut nama Tuhannya. Kemudian datanglah slam, menghapus cara cara itu dan mewajibkan untuk tidak menyebut, kecuali asma Allah serta mengharamkan binatany yang disembelih untuk berhala dan dengan menyebut nama berhala.
Setelah ahli kitab yan semula ber tauhid itu telah banyak dipengauhi perasaan perasaan syirik dan samasekali tidak melepaskan diri dari kesyirikannya yang terdahulu, sehingga sebagian muslim menganggap mereka tidak bisa lagi bergaul dengan mereka sebgaimana halnya terhadap orang orang musrik lainnya. Maka Allah memberikan kerinanganan atau rukhshah kepada mereka untuk memakan makanan ahli kitab sebagaimana juga dalam persoalan perkawinan.Hal ini diegaskan dalam qs Al Maidah:5.
Maka makanan ahli kitab pun halal buat kita dengan hukum asal, kitapun boleh makan binatang sembelihan mereka dan sebaliknya kita juga boleh memberikan makanan binatang sembelihan kepada mereka.
Apabila tidak terdengar suara dri ahli kitab itu sebutan nama selain nama Allah, misalnya al- masih atau Uzair ketika menyembelih maka makanan tersebut tetap halal buat orang islam.Tetapi jika terdengar penyebutan nama selain Allah tadi , dari kalangan ahli fikih ada yang mengharamkannya, karena termasuk apa yang disebut "uhilla lighairillaah".Sebagian ahli fikih tetap menyatakan halal.
Abu Darda' pernah ditanya tentang kambing yang disembelih untuk suatu gereja yang disebut jurjas, binatang ini dihadiahkan buat gereja tersebut, apakah boleh kita makan?. maka jawab Abu darda" boleh". 
Imam malik pernah ditanya tentang sembelihan ahli kitab untuk hari hari besar dan gereja mereka, kata Imam Malik " aku memakruhkannya dan aku tidak menganggapnya haram". Imam Malik memakruhkannya karena termasuk dalam kategori wara'. sesungguhnya penyelewengan pemahaman tauhid ahli kitab sudah terjadi hingga alquran diturunkan kepada Rasululah SAW, sehingga alquranpun mencela mereka yang mengatakan al masih dan uzair adalah anak Allah. Dan pada saat itupun mereka tetap diktegorikan sebagai ahli kitab.Sehingga hukum makanan binatang hasil sembelihan mereka hingga hari ini tetap dikategorikn halal bgi kaum musliman. Maka sembelihan ahli kitab baik nasrani - kristen (setelah romanisasi) maupun katolik dan yahudi tetap dikategorikan halal.

Sumber :  Halal Corner Jatim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Para "PENDIDIK"

Ditulis oleh Guru Besar FE UI - Prof. Rhenald Kasali LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. ...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya...

Afternoon Note #4 : Hidup Adalah Pilihan

Hidup adalah perjuangan, katanya Hidup adalah pengorbanan, katanya Semuanya sama-sama benar, begitulah adanya Satu yang pasti, hidup adalah pilihan Yang dalam kehidupan ini memang hanya ada 2 pilihan Memilih berakhir di surga ataukah berakhir di neraka? Memilih setia bersama kebaikan ataukah keburukan? Memilih taat pada firman-Nya dlm Quran ataukah mendurhakai Quran? Semuanya adalah pilihan Hidup adalah pilihan, maka pastikanlah... Diri kita, keluarga, masyarakat kita memilih kebaikan Mengapa? Sebab itulah fitrah setiap insan Kebaikanlah yg diinginkan dan dirindu setiap orang Kapanpun, dimanapun ia berada Sebab kebaikan melahirkan ketenangan Sebab kebaikan melahirkan kedamaian dan kebahagiaan Jika tidak percaya, tanyalah pada diri kita Jika harus memilih, pasti kebaikanlah yg kita pilih Faktanya? Siapa tahu? Dilakukan atau tidak, itu pilihan Pilihan yg pasti punya konsekuensi masing-masing bagi diri kita Bukan hanya dunia melainkan juga akhirat Sebab semua pi...

Berbicara Cinta (#kultwit)

Siapa yang tidak mengenal CINTA? Saya rasa semua orang pasti pernah merasakannya. Semua memiliki definisi yang beragam tentangnya. Apakah yang bisa menjadi indikator CINTA? Jelas banyak bukan? yang pasti masing-masing dari kita telah mengetahuinya.. Apa salah satunya? Salah satunya, CINTA bergantung seberapa banyak waktu rela diluangkn utk sesuatu hal. Seperti kita yang memiliki PASSION masing-masing, dengan senang hati meluangkan waktu kita tentunya untuk hal yang berkaitan dengan PASSION kita yg beragam Sebagai contoh, ada yang meluangkan waktu untuk menulis, desain grafis, membaca dan masih banyak hal lainnya. Tak peduli rasanya berapa lama waktu yang kita luangkan. Rasanya ingin terus dan terus melakukannya. Itulah CINTA. Namun tidak sedikit dari kita mengatakan CINTA sedangkan fakta berkata lain. Tidak percaya? Itu pilihan. Coba jawab pertanyaan ini jika kita berani, “Apakah kita mengaku CINTA pada Allah? Lumrahnya mayoritas muslim akan menjawab, “Ya, saya CINTA k...