Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ISLAMIC

Sang Pendosa : Kampung Halaman?

Wahai penduduk langit bumi dan seisinya, Aku hanya ingin bertanya… Kampung halaman ku itu syurga kan…? Lantas mengapa aku rela meretas jalan menuju neraka? TIdakkah aku rindu akan kampung halamanku? Apakah neraka adalah tempat yang begitu indah daripada taman syurga dan nikmatnya jauh melebihi keberlimpahan nikmat para penduduk syurga? Mungkinkah aku bosan? Ah, ingatpun tidak, bagaimana bisa terpikir dalam benakku bosan atas semua nikmat itu. Ataukah mungkin, Diriku saja yang belum terjaga? Aku merasa telah hidup, tapi ternyata hanya raga. Hatiku mati. Dan kupikir kau pun perlu tahu. Sungguh aku tak pernah mengerti… Jika memang sungguh syurga adalah kampung halamanku, Mengapa lebih sering diriku ini begitu rela dan mudahnya membiarkan langkah demi langkah menapaki jalan yang tidak seharusnya? Bahkan sudah teramat jelas Allah tunjukkan, ini bukanlah salah satu jalan menuju syurga, melainkan neraka. Entahlah. Sekalipun aku berkata cinta pada-Nya. Ternyata tindakanku menunjukkan seb...

Segores Ragu

DIA yang pertemukan doa sebelum harap DIA yang pertemukan doa sebelum rupa DIA yang pertemukan doa sebelum cerita DIA yang bentangkan jalan di hadapan DIA yang bentangkan rahmat jauh melebihi batas pandang DIA yang bentangkan ampunan menembus batas usia Apakah layak bagi kita? Membiarkan keraguan merasuk dan menjangkiti diri barang sedikit saja? Untuk kemudian disimpan menjadi segores ragu akan ketentuan-Nya? Tanyalah pada hati. Jika kau tak kunjung temukan jawabannya, Atau ia menjadi bungkam dan tak bersuara, Mungkin... Ia membutuhkan penciptanya Ia membutuhkan sedikit curahan kasih dari-Nya Atau bahkan banyak? Entahlah. Namun, pastikan saja ia tak mati sebelum saatnya Jangan hentikan upaya, hingga ia kembali pada fungsinya Ya, sebagaimana seharusnya. Sebagaimana fitrahnya... (RF010414)

Sebelum Ajal Tiba

Jika ingin selamat dalam kehidupan dunia ini, jauhilah dosa, baik yang terang-terangan maupun yang tersamar. Janganlah beristighfar atas dosa tersebut, lalu kembali melakukannya. Perumpamaan orang yang banyak melakukan istighfar, tetapi masih mengulangi dosa-dosanya, seperti orang yang banyak minum obat, tetapi juga sering meminum racun. Nasihatilah dia dengan berkata,”Bisa jadi sebelum meminum obat, engkau sudah keburu mati lebih dahulu. Bisa jadi ajal datang setelah engkau berbuat dosa, padahal engkau belum sempat bertobat. Sehingga engkau pun mati dalam kondisi maksiat dan berdosa. Sungguh, ini adalah bahaya besar. Siapa pun yang enggan meninggalkan perbuatan terlarang, percuma ia melakukan kewajiban-kewajiban. Ibarat orang yang sakit, selama ia tidak menahan diri dari makanan yang dilarang dan tidak melakukan diet, percuma ia meminum obat. Ibarat orang yang membersihkan pakaiannya, sementara ia jatuhkan dirinya ke dalam kubangan lumpur. Mana mungkin pakaiannya bisa bers...

Inspiring One

Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Dosen Berprestasi Nasional yang Kini Menjadi Produser Grup Musik (Oleh : Khairunnisa Musari)   Sumber: www.unpad.ac.id   Pintar. Sederhana. Rendah hati. Santun. Shalih. Inspiratif. Mungkin itu keywords yang bisa digunakan untuk menggambarkan seorang Prof. Achmad Subagio dalam pandangan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Saya sudah pernah menyinggung keberadaan beliau pada artikel ‘Singkong, Salah Satu Solusi Ketahanan Pangan Bangsa’ . Kali ini, saya ingin menuliskan tentang beliau secara khusus… Tentu bukan tiba-tiba bila saya ingin menulis tentang beliau. Saya lupa kapan tepatnya, suami saya pernah bercerita tentang Pak Bagio yang seharusnya sudah layak menjadi profesor ketika usianya belum mencapai 40 tahun. Mungkin itulah pertama kali saya mendengar tentangnya. Beberapa waktu kemudian, sebuah media lokal yang menjadi jaringan Jawa Pos men...

Munajat Sang "PENDOSA"

Allah yg menggerakkan hati ini, Allah yg menggerakkan tangan ini, Allah yg menggerakkan mata ini, Allah yg menuntun akal ini, Memaknai apa yg dilihat, Memahami apa yg dibaca, Menyadari apa yg dilakukan Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam Atas segala tanda kebesaran yg Engkau siratkan Atas segala aib yg tak Engkau perlihatkan Atas segala rahmat dan nikmat yg Engkau limpahkan Atas luasnya ampunan yg Engkau berikan Jauhkanlah kami semua, Dari sifat & penyakit hati penyebab murka-Mu Dari kuasa nafsu yg membuncah Dari langkah dan godaan syetan terkutuk Kami memohon pada-Mu perlindungan, Untuk senantiasa melangkah di jalan-Mu, Kami memohon pada-Mu kekuatan, Untuk bertahan hingga penghujung usia, Hingga tiba saat kami akhiri penantian ini, Dan layak tuk menghadap-Mu, di jannah… Sembah sujud penuh rindu dari kami, Sang “PENDOSA”

Pemilik Hati

Diri inilah yang paling bertanggungjawab atas rasa yang menghias hari. Siapalah yang tak mengetahui bhwa semua rasa itu semata adalah anugerah-Nya. Namun 1 hal tak terlupa, tetaplah kau yang memilih. Ingin bersahabat baik degannya untuk jalani hari ataukah meninggalkannya karena tak membuat cintamu pada-Nya bertmbuh. Kaulah yang brtanggungjawab, kepada siapa hati akan kau serahkan. Pada Allah semata ataukah ada yang lebih pantas daripada-Nya? Seringkali untai kata menguap hilang tak bermakna, lisan mampu berkata CINTA, namun tindak tak kunjung mengungkap CINTA. Ketika petang telah berganti pagi, kau pun harus memilih, sekali lagi, kepada siapa hati akan kau beri? Akankah kau beri pada Sang Pemilik Hati? Tiada yg tahu, apakah esok kau masih akan memilih ataukah ini yg terakhir kali... Selamat pagi dan selamat meraih mimpi hari ini :)

Satu

Satu yg belum menyatu, Satu yg belum bersatu Satu yg diam terpaku, Satu yg masih berpangku Itukah kita? benarkah kita adalah satu? Faktanya nian kelabu, segalanya beradu namun tak padu… Rindu akan kita bersatu, Melalui waktu demi waktu, Berbekal harapan, wujudkan impan mengukir sejarah baru Penuh khidmat dalam bahagia dan haru Inilah sebuah catatan ekspresi kalbu, Dari satu dan untuk satu Satu Tuhanku, Allah Ta’ala Satu Bangsaku, Indonesia #RF230114

Morning Note #7 : Entah

Entah apakah telah kau sadari, Ataukah cukup kau ketahui? Bukan untuk kau mengerti, resapi dalam hati Menempuh jalan ini mmbutuhkan totalitas diri Berawal dari sebuah komitmen yg tinggi Berlandaskan cinta yg hakiki, cinta pada illahi Entah apakah telah kau sadari, Ataukah cukup kau ketahui? Bukan untuk kau renungi, tegaskan pada hati Pilihan ini adalah pilihan yg begitu berarti Tak sembarang orang mampu memantaskan diri Melakukan investasi dan menjalankan konsekuensi Entahlah, sungguh diri ini tak mengerti Rasanya terlalu dini untuk berpuas diri Ketika lisan tak diiringi dengan aksi Indah kata menjadi tak bernilai, tanpa arti Semudah itukah kau menyerah wahai diri? Peluh dan kesah kau nikmati Banyak berhenti ketika letih menghampiri Padahal kau masih mampu berdiri Tenggelam dan terbuai dalam nikmat duniawi Bangkit, bangkitlah kembali!! Jangan lemah. Jangan cengeng. Bergegaslah dalam aksi!! Genggam erat mimpi, bawalah terbang ke langit tertinggi!! Dan jan...

Kehidupan Sehari-hari yang Islami

Oleh Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah Saudaraku.... Dengan penuh pengharapan bahwa  kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka  kami sampaikan risalah  yang berisikan  pertanyaan-pertanyaan  ini  kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan. Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya  kita  bisa mengambil  mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini. Saudaraku... Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu ...

Visi Abadi

Milikilah VISI, sebab hidup tak sekedar hidup Milikilah VISI, sebab hidup tak sekedar rutinitas Mengikuti arus, mengalir begitu saja Hidupkanlah hidupmu dengan VISI Bukankah kita hidup untuk meraih kehidupan terbaik? Hidup yang bermakna, hidup penuh manfaat Hidup yang menggairahkan untuk dijalani Hidup yang penuh dengan daya juang dalam diri Jika kau tak memilikinya, layaknya pesawat yang terbang tanpa tujuan Kosong, hanya terbang di angkasa menunggu kehancuran Kehabisan bahan bakar dan jatuh menjadi puing-puing rongsokan Itukah yang kau inginkan?? Memangnya Allah menciptakanmu untuk itukah? Tidak, kaulah yangg menginginkannya! Sebab kau tak mengerti alasan mengapa dirimu diciptakan!! Itulah mengapa kau masih banyak meratap, mengeluh dan bahkan menghujat hingga kau bilang Allah tidak adil? Lihatlah dirimu... Picik. Hina. Bukan karena yang lain, melainkan dirimu sendiri Kau hinakan dirimu sendiri di hadapan-Nya Tidakkah kau sadar dan membuka mata hati? Kawan, ...

Afternoon Note #4 : Hidup Adalah Pilihan

Hidup adalah perjuangan, katanya Hidup adalah pengorbanan, katanya Semuanya sama-sama benar, begitulah adanya Satu yang pasti, hidup adalah pilihan Yang dalam kehidupan ini memang hanya ada 2 pilihan Memilih berakhir di surga ataukah berakhir di neraka? Memilih setia bersama kebaikan ataukah keburukan? Memilih taat pada firman-Nya dlm Quran ataukah mendurhakai Quran? Semuanya adalah pilihan Hidup adalah pilihan, maka pastikanlah... Diri kita, keluarga, masyarakat kita memilih kebaikan Mengapa? Sebab itulah fitrah setiap insan Kebaikanlah yg diinginkan dan dirindu setiap orang Kapanpun, dimanapun ia berada Sebab kebaikan melahirkan ketenangan Sebab kebaikan melahirkan kedamaian dan kebahagiaan Jika tidak percaya, tanyalah pada diri kita Jika harus memilih, pasti kebaikanlah yg kita pilih Faktanya? Siapa tahu? Dilakukan atau tidak, itu pilihan Pilihan yg pasti punya konsekuensi masing-masing bagi diri kita Bukan hanya dunia melainkan juga akhirat Sebab semua pi...

Morning Note #3 : Kenali, Cintai, Patuhi

“Sesungguhnya kebahagiaan, kesenangan, dan kenikmatan sesuatu bergantung pada kondisi dasarnya. Kondisi dasar sesuatu adalah menyangkut untuk apa ia diciptakan. Oleh karena itu, kenikmatan mata adalah dengan melihat yang indah-indah. Kenikmatan telinga adalah dengan mendengar suara-suara merdu. Begitulah seterusnya untuk anggota badan lainnya. Namun, khusus berkaitan dengan HATI, kenikmatannya hanyalah manakala ia dapat mengenal ALLAH swt., karena hati diciptakan untuk itu. Jika manusia mengetahui apa yang tidak diketahuinya, maka senanglah ia. Begitu juga dengan HATI. Manakala HATI mengenal Allah swt., maka senanglah ia, dan ia tidak sabar utk ‘menyaksikan-Nya’. Tak ada yg maujud yg lebih mulia dbanding Allah, karena setiap kemuliaan adalah dengan-Nya & berasal dari-Nya. Setiap ketinggian ilmu adalah jejak yang dibuat-Nya, & tiada pengetahuan yang lebih digdaya dibanding pengetahuan tentang diri-Nya”. (Imam Al Ghazali) Kenali, Cintai, Patuhi Simpan dan...

Morning Note #2 : Sambut Kematian

Jika kelahiran saja kita sambut, bagaimana dengan mati? Jika kita mati esok hari, Apa yang akan kita bawa? Hal bermanfaat apa yang akan kita tinggalkan? Jika kita inginkan syurga, prestasi apa yang telah kita buat selama hidup sehingga kita merasa ut k pantas mendapatkan syurga? Di balik mimpi-mimpi besar kita yg belumlah pasti, Sudahkah kita ingat 1 hal yg pasti dan siap menghampiri? Jika belum, mari kita senantiasa kita ingat hal ini seraya menyiapkan diri Tetaplah semangat meraih mimpi, seakan kau mati esok hari Lakukanlah semata mengharap ridho illahi Insya Allah, harimu akan diberkahi "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan". (Q.S. 3:185) "Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu de...

Afternoon Note #1 : Allah Menilai Hati

"Sederhana saja, Tiap orang bebas untuk menilai seperti apapun, Bebas memiliki persepsi seperti apapun sbg respon atas suatu hal. Tapi, cukuplah Allah saja yg kau pikirkan saudaraku, Dialah yg Maha Tahu atas apa-apa yang kau niatkan dan lakukan Jangan sampai kau menjadi buruk di hadap-Nya Teruslah berproses, menjadi hamba yang terbaik Bukankah Allah menilai tidak dari yang lain selain hati” "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk badan dan rupamu,tetapi Ia melihat kepada hatimu." (HR.Muslim) #RF151113

Morning Note #1 : Pribadi Penuh Syukur, Pribadi Bervisi Akhirat

Ada dua hal yg mgkin mndorong manusia untuk mengejar dunia. Mnyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Namun, itu hal yg wajar. Bukankah sejatinya kita mahluk materi? Yang segala sesuatunya harus berdasarkan empiris terlebih dahulu, yakni tertangkap oleh penginderaan. Tapi apakah lantas menjadi suatu hal yg wajar jika dunia kita jdikan tujuan?? Saya rasa tidak. Kehidupan sebenarnya adalah kehidupan yg abadi. Jika kau mrasa dirimu masih kukuh mngejar dunia, sadarlah. Itu hanya fatamorgana. Indah, namun semu. Mari mengawali hari ini dengan syukur supaya senantiasa mnjadi pribadi yg brsyukur. Pribadi yang selalu bervisi akhirat. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. 14:7) “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa y...

SYUKUR

Jika ada diantara kita (muslim) yang merasa ribet dan repot dengan perkara halal haram, terutama segala hal yang kita masukkan dalam tubuh, yang tak sekalipun kita peduli dan berusaha untuk meninggalkan yg syubhat, maka ingatlah firman Allah ini... "Apaka h manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Q.S. 29:2-3) Ketidaktahuan mungkin menjadi rukhsah. Namun bagaimana dengan ketidaktahuan karena tidak mencari tahu? itu menunjukkan ketidakpedulian kita dan wujud kekufuran kita. Naudzubillah. Ingatkah dengan firman Allah di bawah ini? "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-aya...

LESS IS BETTER?? (IT MAY BE)

Yang IPK 4 jumlahnya sedikit... Yang jenius jumlahnya sedikit... Yang sukses jumlahnya sedikit.... Yang kaya jumlahnya sedikit.... Yang alim jumlahnya sedikit.... Yang baik jumlahnya sedikit... Yang ahli jumlahnya sedikit... Yang menutup aurat jumlahnya sedikit... Yang spesial jumlahnya sedikit... Yang berkualitas jumlahnya sedikit... Yang hafidz jumlahnya sedikit... "LESS" is BETTER... Jumlah memanglah penting, tapi kalaulah sedikit, mengapa harus gentar?? Selama itu benar dan tidak menyimpang dari syari'at-Nya, Mengapa harus ragu, malu dan minder? Bukankah balasannya dan janji Allah sudah jelas? Pastilah Allah memenuhi janji-Nya. So, perjuangkanlah, maju terus pantang mundur kawan... 1) "Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan a...

"ONE TIME, ONE CHOICE"

Ada 3 penyakit hati harusnya paling kita takuti, Tiga yg sungguh sangat tipis dan sulit dideteksi. Itulah riya', sum'ah dan ujub... Perkara maksiat, sempurna tidaknya dilakukan akan bernilai dosa. Bagaimana dengan kebaikan & amal shalih? Bernilai kebaikan? Belum tentu. Hatimu harus bersih dari 3 penyakit itu, Saat dirimu hendak melakukannya, Saat dirimu sedang melakukannya, Dan saat dirimu usai melaku kannya... Jika tidak, Sungguh semuanya menjadi tak bernilai. Bahkan mungkin akan bernilai dosa Naudzubillahimindzalik,, Tidakkah kita mengerti sekarang? Mengapa kita diperintahkan untuk terus melakukan kebaikan, mengajak pada yang baik dan mencegah pada yang mungkar? Karena kita PASTI melakukan dosa. Pertanyaannya, siapa yang butuh kita berbuat amal shalih dan kebaikan? Bukan Allah, namun kita semua. kita semua. Masihkah kita mengingkarinya? Tak sedikitpun kebaikan yang telah diperbuat dapat kita jamin diterima oleh-Nya Bagaimana dengan dosa? Pastilah ...