Langsung ke konten utama

Morning Note #3 : Kenali, Cintai, Patuhi



“Sesungguhnya kebahagiaan, kesenangan, dan kenikmatan sesuatu bergantung pada kondisi dasarnya. Kondisi dasar sesuatu adalah menyangkut untuk apa ia diciptakan. Oleh karena itu, kenikmatan mata adalah dengan melihat yang indah-indah. Kenikmatan telinga adalah dengan mendengar suara-suara merdu. Begitulah seterusnya untuk anggota badan lainnya. Namun, khusus berkaitan dengan HATI, kenikmatannya hanyalah manakala ia dapat mengenal ALLAH swt., karena hati diciptakan untuk itu. Jika manusia mengetahui apa yang tidak diketahuinya, maka senanglah ia. Begitu juga dengan HATI. Manakala HATI mengenal Allah swt., maka senanglah ia, dan ia tidak sabar utk ‘menyaksikan-Nya’. Tak ada yg maujud yg lebih mulia dbanding Allah, karena setiap kemuliaan adalah dengan-Nya & berasal dari-Nya. Setiap ketinggian ilmu adalah jejak yang dibuat-Nya, & tiada pengetahuan yang lebih digdaya dibanding pengetahuan tentang diri-Nya”.
(Imam Al Ghazali)
Kenali, Cintai, Patuhi
Simpan dan jaga selalu di hati, karena Dia Satu yg paling berarti.
Tanpa-Nya? Sungguh kita tiada berarti
Kita bukanlah mahluk suci, penuh dengan dosa dalam diri
Awalilah hari dengan mensyukuri nikmat yang diberi
Dan jalani hari dengan penuh semangat ukir prestasi

Pada embun yang membasahi, pada mentari yang menyinari bumi
Pada kunang-kunang yang pendar cahyanya merasuk di hati
Dengan riang hati kuucapkan selamat pagi
Selamat meraih mimpi hari ini
Semata mengharap ridho ilahi

(RF171113)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebelum Ajal Tiba

Jika ingin selamat dalam kehidupan dunia ini, jauhilah dosa, baik yang terang-terangan maupun yang tersamar. Janganlah beristighfar atas dosa tersebut, lalu kembali melakukannya. Perumpamaan orang yang banyak melakukan istighfar, tetapi masih mengulangi dosa-dosanya, seperti orang yang banyak minum obat, tetapi juga sering meminum racun. Nasihatilah dia dengan berkata,”Bisa jadi sebelum meminum obat, engkau sudah keburu mati lebih dahulu. Bisa jadi ajal datang setelah engkau berbuat dosa, padahal engkau belum sempat bertobat. Sehingga engkau pun mati dalam kondisi maksiat dan berdosa. Sungguh, ini adalah bahaya besar. Siapa pun yang enggan meninggalkan perbuatan terlarang, percuma ia melakukan kewajiban-kewajiban. Ibarat orang yang sakit, selama ia tidak menahan diri dari makanan yang dilarang dan tidak melakukan diet, percuma ia meminum obat. Ibarat orang yang membersihkan pakaiannya, sementara ia jatuhkan dirinya ke dalam kubangan lumpur. Mana mungkin pakaiannya bisa bers...

Satu

Satu yg belum menyatu, Satu yg belum bersatu Satu yg diam terpaku, Satu yg masih berpangku Itukah kita? benarkah kita adalah satu? Faktanya nian kelabu, segalanya beradu namun tak padu… Rindu akan kita bersatu, Melalui waktu demi waktu, Berbekal harapan, wujudkan impan mengukir sejarah baru Penuh khidmat dalam bahagia dan haru Inilah sebuah catatan ekspresi kalbu, Dari satu dan untuk satu Satu Tuhanku, Allah Ta’ala Satu Bangsaku, Indonesia #RF230114

Untuk Para "PENDIDIK"

Ditulis oleh Guru Besar FE UI - Prof. Rhenald Kasali LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. ...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya...