Langsung ke konten utama

IDEALISME VS REALITA




Berawal dari kebimbangan yang akhirnya menuntun diri untuk menyampaikan pada pribadi-pribadi hebat, akhirnya muncullah catatan ini yang merupakan respon dari mereka. :)

"Bargaining harus dilakukan karena disitulah titik kompromi antara keduanya bisa ditemukan. Jadi saya rasa semuanya msih memiliki titik temu. Jika harus diselesaikn sekian semester mengapa tidak? Saya skripsi 4 semester. Dan saya rasa 2 semester saja kamu mampu menyelesaikan".
(Prof. Dr. Eng. Khairurrijal - ITB)

"Kompromi adalah sebuah keharusan. Titik kompromi adalah titik penentuan pilihan tentang apa yang kita dapatkan di masa mendatang. Bisa jadi itu sbuah cerita penuh penyesalan, bisa jadi itu sbuah cerita sukses yang akan dikenang. Memang seperti itulah fase-fase kehidupan, ada kalanya kita berada dalam posisi dengan pilihan-pilihan berat menuntut pengorbanan. Namun jika berhasil menemukan yang tepat, maka itu tak jadi masalah. Kamu akan mengenangnya dengan indah sepanjang masa."
(Prof. Dr. Achmad Subagio, MAgr. - Universitas Jember)

Jadi, intinya adalah segera menemukan, memilih dan menetapkan. Benarlah jika seorang pemuda itu harus optimis. Namun tak boleh hanya sekedar berhenti saja sebab optimisme itu pun perlu dibangun. Kaya itu ibaratnya seorang yang tak bisa menghitung & menyebut satu persatu harta yang dimilikinya. Begitu juga denganmu para pemuda, akan negeri ini. Hilangkan mental-mental menyontek dari dirimu, jangan gadaikan ilmu dengan sesuatu yang kotor dan tak bernilai sperti itu. Sadarkah kamu wahai pemuda, bahwa itulah penyebabnya bangsa ini tergadai sedikit demi sedikit walau berada di tanah air sendiri? Baik kekayaannya, maupun harga dirinya.

"Kamu itu pemuda. Udah gitu muslim lagi. Menjadi asing, selama itu benar dan ridho Allah menaungi, mengapa tidak?"

Terima kasih atas wejangan para profesor...
Profesor adalah contoh teladan pemuda dan aset berharga yg menjadi salah satu kekayaan bangsa ini. Generasi Emas. Pemuda Rabbani.

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah".
(Q.S. 3 : 110)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Para "PENDIDIK"

Ditulis oleh Guru Besar FE UI - Prof. Rhenald Kasali LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. ...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya...

Afternoon Note #4 : Hidup Adalah Pilihan

Hidup adalah perjuangan, katanya Hidup adalah pengorbanan, katanya Semuanya sama-sama benar, begitulah adanya Satu yang pasti, hidup adalah pilihan Yang dalam kehidupan ini memang hanya ada 2 pilihan Memilih berakhir di surga ataukah berakhir di neraka? Memilih setia bersama kebaikan ataukah keburukan? Memilih taat pada firman-Nya dlm Quran ataukah mendurhakai Quran? Semuanya adalah pilihan Hidup adalah pilihan, maka pastikanlah... Diri kita, keluarga, masyarakat kita memilih kebaikan Mengapa? Sebab itulah fitrah setiap insan Kebaikanlah yg diinginkan dan dirindu setiap orang Kapanpun, dimanapun ia berada Sebab kebaikan melahirkan ketenangan Sebab kebaikan melahirkan kedamaian dan kebahagiaan Jika tidak percaya, tanyalah pada diri kita Jika harus memilih, pasti kebaikanlah yg kita pilih Faktanya? Siapa tahu? Dilakukan atau tidak, itu pilihan Pilihan yg pasti punya konsekuensi masing-masing bagi diri kita Bukan hanya dunia melainkan juga akhirat Sebab semua pi...

Berbicara Cinta (#kultwit)

Siapa yang tidak mengenal CINTA? Saya rasa semua orang pasti pernah merasakannya. Semua memiliki definisi yang beragam tentangnya. Apakah yang bisa menjadi indikator CINTA? Jelas banyak bukan? yang pasti masing-masing dari kita telah mengetahuinya.. Apa salah satunya? Salah satunya, CINTA bergantung seberapa banyak waktu rela diluangkn utk sesuatu hal. Seperti kita yang memiliki PASSION masing-masing, dengan senang hati meluangkan waktu kita tentunya untuk hal yang berkaitan dengan PASSION kita yg beragam Sebagai contoh, ada yang meluangkan waktu untuk menulis, desain grafis, membaca dan masih banyak hal lainnya. Tak peduli rasanya berapa lama waktu yang kita luangkan. Rasanya ingin terus dan terus melakukannya. Itulah CINTA. Namun tidak sedikit dari kita mengatakan CINTA sedangkan fakta berkata lain. Tidak percaya? Itu pilihan. Coba jawab pertanyaan ini jika kita berani, “Apakah kita mengaku CINTA pada Allah? Lumrahnya mayoritas muslim akan menjawab, “Ya, saya CINTA k...