Langsung ke konten utama

"DARIKU, UNTUKMU"

Berharap yg terbaik untukmu,
Kau yg 1 per 1 telah mengukir sejarahmu
Menginspirasi dunia dgn cara khasmu,
Caramu, dengan segala apa yang ada di dirimu

Lihatlah diri kita yang dulu pernah bersama
Berkumpul penuh canda dan gelak tawa
Kini telah tumbuh semakin dewasa, menggapai cita
Perlahan meniti langkah menuju dunia yang dahulu hanya angan belaka
Kini telah kita cipta sesuai mimpi dan ingin kita atas kehendak-Nya

Wahai saudaraku,
Entah siapa dirimu, tak pernah aku ingin mengenalmu
Bahkan mungkin kau pun tak tau untuk siapa tulisan ini tertuju
Namun aku sangat bersyukur hidup beririsan dengan duniamu
Yg membuka mataku, meluaskan pandanganku
Memberi warna tersendiri dalam hidup kelamku

Saudaraku,
Semoga Allah menjagamu selalu di setiap nafasmu,
Menaungi setiap langkah hidupmu dgn cinta selalu
Senantiasa menganugerahkan kebahagiaan dan kesuksesan padamu
Berdirilah dalam bingkai cinta dan ketaatan pada Sang Pemilikmu
Lakukanlah yang terbaik sampai batas kemampuanmu
Himpunlah cerita sebanyak yg kau mau
Hingga saatnya kita kembali ditakdirkan bertemu,
Entah di dunia yg semu,
Ataukah di syurga-Nya yg penuh nikmat selalu...

(RF300913 08:17 GMT+7)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Para "PENDIDIK"

Ditulis oleh Guru Besar FE UI - Prof. Rhenald Kasali LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. ...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya...

Afternoon Note #4 : Hidup Adalah Pilihan

Hidup adalah perjuangan, katanya Hidup adalah pengorbanan, katanya Semuanya sama-sama benar, begitulah adanya Satu yang pasti, hidup adalah pilihan Yang dalam kehidupan ini memang hanya ada 2 pilihan Memilih berakhir di surga ataukah berakhir di neraka? Memilih setia bersama kebaikan ataukah keburukan? Memilih taat pada firman-Nya dlm Quran ataukah mendurhakai Quran? Semuanya adalah pilihan Hidup adalah pilihan, maka pastikanlah... Diri kita, keluarga, masyarakat kita memilih kebaikan Mengapa? Sebab itulah fitrah setiap insan Kebaikanlah yg diinginkan dan dirindu setiap orang Kapanpun, dimanapun ia berada Sebab kebaikan melahirkan ketenangan Sebab kebaikan melahirkan kedamaian dan kebahagiaan Jika tidak percaya, tanyalah pada diri kita Jika harus memilih, pasti kebaikanlah yg kita pilih Faktanya? Siapa tahu? Dilakukan atau tidak, itu pilihan Pilihan yg pasti punya konsekuensi masing-masing bagi diri kita Bukan hanya dunia melainkan juga akhirat Sebab semua pi...

Berbicara Cinta (#kultwit)

Siapa yang tidak mengenal CINTA? Saya rasa semua orang pasti pernah merasakannya. Semua memiliki definisi yang beragam tentangnya. Apakah yang bisa menjadi indikator CINTA? Jelas banyak bukan? yang pasti masing-masing dari kita telah mengetahuinya.. Apa salah satunya? Salah satunya, CINTA bergantung seberapa banyak waktu rela diluangkn utk sesuatu hal. Seperti kita yang memiliki PASSION masing-masing, dengan senang hati meluangkan waktu kita tentunya untuk hal yang berkaitan dengan PASSION kita yg beragam Sebagai contoh, ada yang meluangkan waktu untuk menulis, desain grafis, membaca dan masih banyak hal lainnya. Tak peduli rasanya berapa lama waktu yang kita luangkan. Rasanya ingin terus dan terus melakukannya. Itulah CINTA. Namun tidak sedikit dari kita mengatakan CINTA sedangkan fakta berkata lain. Tidak percaya? Itu pilihan. Coba jawab pertanyaan ini jika kita berani, “Apakah kita mengaku CINTA pada Allah? Lumrahnya mayoritas muslim akan menjawab, “Ya, saya CINTA k...