Ada dua hal yg mgkin mndorong manusia untuk mengejar dunia. Mnyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Namun, itu hal yg wajar. Bukankah sejatinya kita mahluk materi? Yang segala sesuatunya harus berdasarkan empiris terlebih dahulu, yakni tertangkap oleh penginderaan. Tapi apakah lantas menjadi suatu hal yg wajar jika dunia kita jdikan tujuan?? Saya rasa tidak.
Kehidupan sebenarnya adalah kehidupan yg abadi. Jika kau mrasa dirimu masih kukuh mngejar dunia, sadarlah. Itu hanya fatamorgana. Indah, namun semu. Mari mengawali hari ini dengan syukur supaya senantiasa mnjadi pribadi yg brsyukur. Pribadi yang selalu bervisi akhirat.
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. 14:7)
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yg bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yg tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
(QS.31:12)
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah
Segala puji bagi-Mu Ya Rabb, atas segala nikmat hingga saat ini. :)
#RF151113

Komentar
Posting Komentar