Seperti yang mungkin kita semua telah ketahui, di jawa barat memanglah isu halal marak di angkat ditengah menjamurnya industri kuliner yg terus tumbuh setiap tahun. Hal ini bukan semata disebabkan banyaknya kalangan akademisi yg peduli dengan halal pangan, bukan jgdgn banyaknya penelitian yg dilakukan terkait pangan halal. Namun, ini lebih karena pemerintah setempat di beberapa daerah mulai gencar menggalakkan gerakan untuk peduli terhadap pangan halal. Belum lagi dengan adanya LSM yg memang sudah lebih dahulu berdiri dan aktif bergerak untuk mengkampanyekan peduli pangan halal diantara masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sosial media dan sarana lain. Jadi, bukanlah hal yg mengherankan, jika salah satu kotanya, bekasi, telah ditetapkan sebagai kota halal. Dan tahun depan? Bandung pun ditargetkan akan menyusul menjadi kota halal.
Selain itu, pada
INDHEX akhir bulan nanti, akan diluncurkan komunitas yang disebut Halal
Care Community sebagai sebuah komunitas peduli halal pangan yang ada di jawa
barat. Mereka terdiri dari berbagai elemen masyarakat, jenjang usia dan
pendidikan. Mereka adalah Anak Peduli Halal Jawa Barat (Halal Smile),
Remaja Peduli Halal Jawa Barat (RADIAL), Ikatan Mahasiswa Peduli Halal
Jawa Barat (IMAPELA), dan Forum Masyarakat Peduli Halal Jawa Barat
(FORMALA). Ini merupakan suatu kabar gembira bagi kita, ternyata
komunitas-komunitas di luar sana yg peduli akan halal pangan telah ada.
Bukan hanya kita, ya, bukan hanya kita. Lihatlah, mereka bersinergi,
menggandeng satu sama lain untuk mewujudkan visi yg sama. Kampanye pangan
halal. Cermatilah juga, beberapa dari mereka pastilah tidak lebih tua
dari kita umurnya. Bahkan mgkin tidak lebih tua dari usia kuliah standar
dari seorang mahasiswa untuk mendapatkan gelarnya. Jadi tidaklah mengherankan, jika
provinsi Jawa Barat diproyeksikan menjadi provinsi halal. Yah, ini hanya
tinggal masalah waktu saja.
Pertanyaannya, bagaimana dengan kita??
Hingga
saat ini, 14 institusi telah bergabung dengan keluarga besar IMMPPG.
Lihatlah, kita telah ada dan tersebar di seluruh jawa. Tahukah antum sudah
berapa lama? 9 tahun!! Ya, tepat 9 tahun IMMPPG berdiri saat ini.
Sayangnya, seakan 9 tahun waktu yg telah berjalan itu seperti berlalu
begitu saja. Bukan berlalu tanpa arti, mungkin “tak begitu berarti” lebih
tepatnya. Tak begitu berarti bagi orang lain, tapi bagi kita?? Sungguh
sangat berarti. Lihatlah, seluruh perjuangan yang telah dilakukan,
seluruh amanah yang telah tertunaikan, untaian tali ukhuwah yang telah
terjalin begitu kuatnya dalam tiap sua dan doa, seluruh waktu yang
telah dilalui bersama, telah mengendap menjadi memori indah yang mgkin akan
selalu kita terlintas dalam benak kita, meninggalkan kesan, membekas
dalam hati kita. Namun tidakkah kita sadar? Rasanya begitu lama kita
berjuang, tapi mengapa seakan semuanya masih sama? Layaknya siklus,
bermula dari suatu titik untuk kembali ke titik semula. Kita memang masih
belum mampu muncul ke permukaan. Masih belum mampu untuk hadir
kembali dengan kekuatan baru demi mengakhiri siklus “klasik” itu.
Mengapa? Entahlah. Apakah kita tak mampu keluar dari siklus itu ataukah
memang kitalah yang menghendaki kondisi seperti itu? Entahlah.
Ikhwatifillah,
di milad IMMPPG yang ke-9 ini, ana mengajak antum seluruhnya, apapun status
antum. Anggota di institusi, pengurus pusat, dewan penasihat atau bahkan
alumni dan para pendahulu. Ana merasa kita masih belum bersinergi. Cobalah
cermati kembali, apakah selamanya hanya mereka yang menjadi pengurus yg
harus berjuang demi tercapainya cita-cita dakwah IMMPPG? Bukankah antum jg
pernah memperjuangkan cita-cita yg sama? Bukankah itu berarti, cita-cita dakwah
IMMPPG adalah cita-cita bersama KITA? Ya, KITA. Bukan hanya ana, bukan hanya antum,
bukan hanya para pengurus. Jika begitu, apakah masanya sekarang unttk kita
hanya diam menunggu, bertindak sebagai penonton? Apakah kita puas, setelah
menunaikan amanah, lepas dan hilang begitu saja ditelan rutinitas
duniawi? Ayolah, kita ini satu. Dimana ghirah yang pernah antum tunjukkan?
Sudah saatnya kita bersatu. Sudah saatnya kita bersinergi. Sudah cukup
untuk kita menunggu. Kita punya kekuatan melebih apa yang orang lain punya.
Kita pasti mampu berkontribusi lebih untuk umat dengan seluruh potensi yang
kita punya sebagai pemuda. Ingatlah, Ini bukan lagi ERA-KU. Bukan juga
ERA-MU. Tapi ini ERA KITA. Tanyakanlah pada diri kita masing-masing, masihkah
antum ingin mmprjuangkan cita-cita ini? Sejauh mana cinta
antum pada perjuangan ini? Sadarilah, IMMPPG ke depan ada di tangan antum
seluruhnya, tanpa terkecuali. Perjuangan ini bukan sekedar untuk kota atau provinsi. Kita berjuang untuk negeri ini semata mengharap ridho Illahi.
"Mari bersinergi. Kembali satukanvisi. Bersama terbang meraih mimpi."
(RF111013)
#Refleksi Milad IMMPPG ke-9
#Laskar Halalan Thayyiban

Komentar
Posting Komentar