Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Kita

Ini bukan tentangku, tapi tentang kita. Saat ini, dahulu ataupun kelak di masa depan, sampai kapanpun ini adalah tentang kita. Bukan hanya aku, ini juga tentangmu, tentang dirinya pun juga mereka. Entah muda ataukah tua. Tak ada batas usia, jarak ataupun strata. Kita semua sama karena kita adalah satu kesatuan bu kan ? Adakah dirimu melihat? Gerak rodanya makin melamban seakan ingin berhenti. Adakah kita peduli? Bukankah kita ada barisan yang pernah memulai perjuangan ini? Maka sudah seharusnya kita pun bertanggung jawab atas apa yang telah kita mulai. Tak peduli kau libatkan hati atau bahkan tidak sama sekali pada setiap detik yang telah dilalui. Tahukah engkau? Aku begitu merindumu, jiwa-jiwa yang selama ini pernah membersamai dan menjadi satu. Dimanakah kalian berada saat ini? Jangan pernah berpikir, aku meminta kalian untuk kembali hadir menemani di sisi, sebab aku pun tidak seharusnya berdiam di titik ini dan menunggu engkau yang telah pergi. Dan aku pun takkan p...

Sebelum Ajal Tiba

Jika ingin selamat dalam kehidupan dunia ini, jauhilah dosa, baik yang terang-terangan maupun yang tersamar. Janganlah beristighfar atas dosa tersebut, lalu kembali melakukannya. Perumpamaan orang yang banyak melakukan istighfar, tetapi masih mengulangi dosa-dosanya, seperti orang yang banyak minum obat, tetapi juga sering meminum racun. Nasihatilah dia dengan berkata,”Bisa jadi sebelum meminum obat, engkau sudah keburu mati lebih dahulu. Bisa jadi ajal datang setelah engkau berbuat dosa, padahal engkau belum sempat bertobat. Sehingga engkau pun mati dalam kondisi maksiat dan berdosa. Sungguh, ini adalah bahaya besar. Siapa pun yang enggan meninggalkan perbuatan terlarang, percuma ia melakukan kewajiban-kewajiban. Ibarat orang yang sakit, selama ia tidak menahan diri dari makanan yang dilarang dan tidak melakukan diet, percuma ia meminum obat. Ibarat orang yang membersihkan pakaiannya, sementara ia jatuhkan dirinya ke dalam kubangan lumpur. Mana mungkin pakaiannya bisa bers...

Inspiring One

Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Dosen Berprestasi Nasional yang Kini Menjadi Produser Grup Musik (Oleh : Khairunnisa Musari)   Sumber: www.unpad.ac.id   Pintar. Sederhana. Rendah hati. Santun. Shalih. Inspiratif. Mungkin itu keywords yang bisa digunakan untuk menggambarkan seorang Prof. Achmad Subagio dalam pandangan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Saya sudah pernah menyinggung keberadaan beliau pada artikel ‘Singkong, Salah Satu Solusi Ketahanan Pangan Bangsa’ . Kali ini, saya ingin menuliskan tentang beliau secara khusus… Tentu bukan tiba-tiba bila saya ingin menulis tentang beliau. Saya lupa kapan tepatnya, suami saya pernah bercerita tentang Pak Bagio yang seharusnya sudah layak menjadi profesor ketika usianya belum mencapai 40 tahun. Mungkin itulah pertama kali saya mendengar tentangnya. Beberapa waktu kemudian, sebuah media lokal yang menjadi jaringan Jawa Pos men...

Heart Beat

Simfoni dari nada2 yang terangkai satu mnjadikanx sbuah bentuk ekspresi seni yg indah. Ah, siapa dr kita yg tak pernah mndengarkn lantunan indah tsb dlm sebuah lagu? Suatu bentuk cara komunikasi yang mampu menyampaikan pesan ke hati setiap manusia. Namun, adakah diantara kita tahu musik paling indah di dunia? yg paling membahagiakan hati sebab teriring berjuta syukur atas nikmat ilahi. Apakah itu lantunan kalam ilahi? Memanglah sangat tak terkira indahnya pun juga menentramkan, tapi bukan itu yg dimaksud. Apakah itu lantunan musik positf? Memang indah, tapi itu juga bukan. Apakah itu lantunan musik alami dari hewan2 di alam bebas? bukan, bukan itu. Lantas apa? Ini hal yg sederhana. Jauh lebih sdrhana. Yg akan sngat kita syukuri jika kita msih bisa mendengarnya. Mengingatkn kt akn nikmat Tuhan yg mngkin selama ini telah kita dustakan tanpa kita sadari. 31 KALI. Allah mengingatkan kita dgn firman-Nya dlm surat ke 55, "Maka Nikmat Tuhanmu Yang Manakah Yang ...

Munajat Sang "PENDOSA"

Allah yg menggerakkan hati ini, Allah yg menggerakkan tangan ini, Allah yg menggerakkan mata ini, Allah yg menuntun akal ini, Memaknai apa yg dilihat, Memahami apa yg dibaca, Menyadari apa yg dilakukan Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam Atas segala tanda kebesaran yg Engkau siratkan Atas segala aib yg tak Engkau perlihatkan Atas segala rahmat dan nikmat yg Engkau limpahkan Atas luasnya ampunan yg Engkau berikan Jauhkanlah kami semua, Dari sifat & penyakit hati penyebab murka-Mu Dari kuasa nafsu yg membuncah Dari langkah dan godaan syetan terkutuk Kami memohon pada-Mu perlindungan, Untuk senantiasa melangkah di jalan-Mu, Kami memohon pada-Mu kekuatan, Untuk bertahan hingga penghujung usia, Hingga tiba saat kami akhiri penantian ini, Dan layak tuk menghadap-Mu, di jannah… Sembah sujud penuh rindu dari kami, Sang “PENDOSA”

Mungkin Saja

Bukan hanya mereka, Bukan hanya dirimu atau dirinya Bahkan bila pertanyaan itu ditujukan padaku pun, Aku kan bilang bahwa aku CINTA. Ya, aku CINTA pada-Nya Betapa ingin rasa ini mngucapkannya hingga lisan tak mampu lagi terucap Namun tetap saja, masih ada yg janggal, Seperti ada yang belum banyak berubah Biang dari segala resah dan gelisah Bila CINTA itu memperhatikan Sudahkah seluruh perhatian telah tertuju pada-Nya? Bila CINTA itu menumbuhkan Sudahkah cinta pada-Nya bertumbuh seiring waktu? Bila CINTA itu merawat Sudahkah hati mnjadi lahan subur & tak gersang? Bila CINTA itu melindungi Sudahkah setiap amalan mnjadi pencegah kemungkaran? Dirimulah, yg paling tahu, Bagaimana hati mnjawab seluruh tanya Bila diri tak acuh, Mungkin saja tak ada cinta dlm hati Bila hati berkata sudah, Mungkin saja cinta itu kan berhenti brtumbuh sebab diri terlanjur puas akan kesucian diri Bila hati berkata belum, Mungkin saja terselip harapan akan proses perubahan tuk membuk...

Pemilik Hati

Diri inilah yang paling bertanggungjawab atas rasa yang menghias hari. Siapalah yang tak mengetahui bhwa semua rasa itu semata adalah anugerah-Nya. Namun 1 hal tak terlupa, tetaplah kau yang memilih. Ingin bersahabat baik degannya untuk jalani hari ataukah meninggalkannya karena tak membuat cintamu pada-Nya bertmbuh. Kaulah yang brtanggungjawab, kepada siapa hati akan kau serahkan. Pada Allah semata ataukah ada yang lebih pantas daripada-Nya? Seringkali untai kata menguap hilang tak bermakna, lisan mampu berkata CINTA, namun tindak tak kunjung mengungkap CINTA. Ketika petang telah berganti pagi, kau pun harus memilih, sekali lagi, kepada siapa hati akan kau beri? Akankah kau beri pada Sang Pemilik Hati? Tiada yg tahu, apakah esok kau masih akan memilih ataukah ini yg terakhir kali... Selamat pagi dan selamat meraih mimpi hari ini :)

Satu

Satu yg belum menyatu, Satu yg belum bersatu Satu yg diam terpaku, Satu yg masih berpangku Itukah kita? benarkah kita adalah satu? Faktanya nian kelabu, segalanya beradu namun tak padu… Rindu akan kita bersatu, Melalui waktu demi waktu, Berbekal harapan, wujudkan impan mengukir sejarah baru Penuh khidmat dalam bahagia dan haru Inilah sebuah catatan ekspresi kalbu, Dari satu dan untuk satu Satu Tuhanku, Allah Ta’ala Satu Bangsaku, Indonesia #RF230114

Morning Note #7 : Entah

Entah apakah telah kau sadari, Ataukah cukup kau ketahui? Bukan untuk kau mengerti, resapi dalam hati Menempuh jalan ini mmbutuhkan totalitas diri Berawal dari sebuah komitmen yg tinggi Berlandaskan cinta yg hakiki, cinta pada illahi Entah apakah telah kau sadari, Ataukah cukup kau ketahui? Bukan untuk kau renungi, tegaskan pada hati Pilihan ini adalah pilihan yg begitu berarti Tak sembarang orang mampu memantaskan diri Melakukan investasi dan menjalankan konsekuensi Entahlah, sungguh diri ini tak mengerti Rasanya terlalu dini untuk berpuas diri Ketika lisan tak diiringi dengan aksi Indah kata menjadi tak bernilai, tanpa arti Semudah itukah kau menyerah wahai diri? Peluh dan kesah kau nikmati Banyak berhenti ketika letih menghampiri Padahal kau masih mampu berdiri Tenggelam dan terbuai dalam nikmat duniawi Bangkit, bangkitlah kembali!! Jangan lemah. Jangan cengeng. Bergegaslah dalam aksi!! Genggam erat mimpi, bawalah terbang ke langit tertinggi!! Dan jan...

Kehidupan Sehari-hari yang Islami

Oleh Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah Saudaraku.... Dengan penuh pengharapan bahwa  kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka  kami sampaikan risalah  yang berisikan  pertanyaan-pertanyaan  ini  kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan. Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya  kita  bisa mengambil  mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini. Saudaraku... Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu ...

Morning Note #6 : Dosa

Adalah hal yg mustahil diri ini luput dari dosa, Siapalah diri ini, hanya mahluk kecil nan hina Hanya seorang manusia biasa, seorang hamba Hadir tidaknya, tak sedikitpun mengurangi kebesaran-Nya Sebab itu saudaraku, Maafkan segala khilaf dan salah yg mgkn tercipta Berujung luka, yang tak sampai hati kau ungkap dgn kata Sedangkan diri ini tiada sadar, berlalu seakan tanpa dosa Maafkanlah, atas tajamnya lidah saat lisan bicara Maafkanlah, atas perilaku buruk yg mmbuat kecewa Gelisah hati ini sungguh tak terkira, Ketika mengingat mati mgkin datang kapan saja Wahai saudaraku, Jangan biarkan diri ini hidup dan mati berlumur dosa Tiada yg kurindu selain tegur nasehat dr sesama Apalah arti kata segan jika membuat diri ini menderita Bukankah, kita saudara? Bukankah, kita saling mencinta? Adakah hal yg lebih indah dari cinta yg mengantar kita ke jannah-Nya? Berkumpul bersama orang2 yg kita cinta tuk bersua dengan-Nya (RF061213, 09:12 GMT+7) "Dosa-dosa adalah lu...

Visi Abadi

Milikilah VISI, sebab hidup tak sekedar hidup Milikilah VISI, sebab hidup tak sekedar rutinitas Mengikuti arus, mengalir begitu saja Hidupkanlah hidupmu dengan VISI Bukankah kita hidup untuk meraih kehidupan terbaik? Hidup yang bermakna, hidup penuh manfaat Hidup yang menggairahkan untuk dijalani Hidup yang penuh dengan daya juang dalam diri Jika kau tak memilikinya, layaknya pesawat yang terbang tanpa tujuan Kosong, hanya terbang di angkasa menunggu kehancuran Kehabisan bahan bakar dan jatuh menjadi puing-puing rongsokan Itukah yang kau inginkan?? Memangnya Allah menciptakanmu untuk itukah? Tidak, kaulah yangg menginginkannya! Sebab kau tak mengerti alasan mengapa dirimu diciptakan!! Itulah mengapa kau masih banyak meratap, mengeluh dan bahkan menghujat hingga kau bilang Allah tidak adil? Lihatlah dirimu... Picik. Hina. Bukan karena yang lain, melainkan dirimu sendiri Kau hinakan dirimu sendiri di hadapan-Nya Tidakkah kau sadar dan membuka mata hati? Kawan, ...

Sembelihan Ahli Kitab, Halalkah?

    Islam memperketat persoalan penyembelihan dan menganggap penting persoalan ini. Hal ini karena orang musyrik Arab dan pengikut agama lain telah menjadikan penyembelihan termasuk persoalan ibadah, bahkan termasuk keyakinan dan  persoalan pokok kepercayaan agama.  Oleh karena itu, menyembelih mereka jadikan sebagai suatu cara untuk berbakti keppada Tuhannya.Maka disembelihnya binatang berhala atau dengan menyebut nama Tuhannya. Kemudian datanglah slam, menghapus cara cara itu dan mewajibkan untuk tidak menyebut, kecuali asma Allah serta mengharamkan binatany yang disembelih untuk berhala dan dengan menyebut nama berhala. Setelah ahli kitab yan semula ber tauhid itu telah banyak dipengauhi perasaan perasaan syirik dan samasekali tidak melepaskan diri dari kesyirikannya yang terdahulu, sehingga sebagian muslim menganggap mereka tidak bisa lagi bergaul dengan mereka sebgaimana halnya terhadap orang orang musrik lainnya. Maka Allah memberikan...

Suatu Masa, Sebuah Cerita

A : "Kak, kenapa sih kalo makan menunya itu ituuuu aja. Kalo g telur ya sama tempe, plus sayur. Kadang-kadang ya ikan. Hidup hemat atau gimana tuh kak?" B : "Hidup hemat? Gak juga sih. Kalo hemat mah tiap hari tempe aja cukup tuh. Cuma masih kurang komplit dan berimbang gizinya" A : "Lha terus kenapa dong? Apa gak bosen menunya itu-itu melulu? B : "Hmm...gini deh, sekarang. Kamu bosen nggak sama yang namanya shalat atau ibadah-ibadah wajib lainnya? A : "Naudzubillahimindzalik. Jangan sampe kak. Kok nyambungnya kesana sih??" B : "Hha. Ya nyambunglah. Coba search itu di app hape kamu, baca terjemah 2:168" A : "Wahai manusia! Makanlah yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." B : "Konsumsi makanan yang halal itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, jangan sampai disepelekan. Okelah kita hidup di neg...

Untuk Para "PENDIDIK"

Ditulis oleh Guru Besar FE UI - Prof. Rhenald Kasali LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. ...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya...