Langsung ke konten utama

Heart Beat




Simfoni dari nada2 yang terangkai satu mnjadikanx sbuah bentuk ekspresi seni yg indah. Ah, siapa dr kita yg tak pernah mndengarkn lantunan indah tsb dlm sebuah lagu? Suatu bentuk cara komunikasi yang mampu menyampaikan pesan ke hati setiap manusia. Namun, adakah diantara kita tahu musik paling indah di dunia? yg paling membahagiakan hati sebab teriring berjuta syukur atas nikmat ilahi.

Apakah itu lantunan kalam ilahi? Memanglah sangat tak terkira indahnya pun juga menentramkan, tapi bukan itu yg dimaksud.

Apakah itu lantunan musik positf? Memang indah, tapi itu juga bukan.

Apakah itu lantunan musik alami dari hewan2 di alam bebas? bukan, bukan itu.

Lantas apa?
Ini hal yg sederhana. Jauh lebih sdrhana. Yg akan sngat kita syukuri jika kita msih bisa mendengarnya. Mengingatkn kt akn nikmat Tuhan yg mngkin selama ini telah kita dustakan tanpa kita sadari.

31 KALI. Allah mengingatkan kita dgn firman-Nya dlm surat ke 55,
"Maka Nikmat Tuhanmu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?"

Namun apa yg selama ini kita lakukan?
Jangan2, tak pernah kita sadari sedikitpun nikmat itu.
Tahukah?
Lantunan musik sederhana nan indah itu ada dalam diri kita.
Itulah "DETAK JANTUNG". Penanda hidup kita.

Hadirnya suara itu memperkuat asa kita tuk mengukir lukisan indah dlm kanvas khidupan

Hadirnya suara itu mampu memberi kekuatan tuk beranikan diri mewujudkan impian demi merangkai kisah terbaik dlm episode kehidupan

Hadirnya suara itu adalah kabar BAHAGIA!! Bahwa KITA, masih memiliki WAKTU, tuk mmberikn bnyak mnfaat pd orang lain...

Sudahkah hari ini kita mensyukurinya?
Ya Rabb, ampuni kami yg sering trlupa utk mnsyukuri nikmat yg Engkau berikan. Jadikanlah kami hamba terbaik yg snantiasa bersyukur pada-Mu. aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebelum Ajal Tiba

Jika ingin selamat dalam kehidupan dunia ini, jauhilah dosa, baik yang terang-terangan maupun yang tersamar. Janganlah beristighfar atas dosa tersebut, lalu kembali melakukannya. Perumpamaan orang yang banyak melakukan istighfar, tetapi masih mengulangi dosa-dosanya, seperti orang yang banyak minum obat, tetapi juga sering meminum racun. Nasihatilah dia dengan berkata,”Bisa jadi sebelum meminum obat, engkau sudah keburu mati lebih dahulu. Bisa jadi ajal datang setelah engkau berbuat dosa, padahal engkau belum sempat bertobat. Sehingga engkau pun mati dalam kondisi maksiat dan berdosa. Sungguh, ini adalah bahaya besar. Siapa pun yang enggan meninggalkan perbuatan terlarang, percuma ia melakukan kewajiban-kewajiban. Ibarat orang yang sakit, selama ia tidak menahan diri dari makanan yang dilarang dan tidak melakukan diet, percuma ia meminum obat. Ibarat orang yang membersihkan pakaiannya, sementara ia jatuhkan dirinya ke dalam kubangan lumpur. Mana mungkin pakaiannya bisa bers...

Satu

Satu yg belum menyatu, Satu yg belum bersatu Satu yg diam terpaku, Satu yg masih berpangku Itukah kita? benarkah kita adalah satu? Faktanya nian kelabu, segalanya beradu namun tak padu… Rindu akan kita bersatu, Melalui waktu demi waktu, Berbekal harapan, wujudkan impan mengukir sejarah baru Penuh khidmat dalam bahagia dan haru Inilah sebuah catatan ekspresi kalbu, Dari satu dan untuk satu Satu Tuhanku, Allah Ta’ala Satu Bangsaku, Indonesia #RF230114

Untuk Para "PENDIDIK"

Ditulis oleh Guru Besar FE UI - Prof. Rhenald Kasali LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. ...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya...