Langsung ke konten utama

Mungkin Saja



Bukan hanya mereka,
Bukan hanya dirimu atau dirinya
Bahkan bila pertanyaan itu ditujukan padaku pun,
Aku kan bilang bahwa aku CINTA. Ya, aku CINTA pada-Nya
Betapa ingin rasa ini mngucapkannya hingga lisan tak mampu lagi terucap

Namun tetap saja, masih ada yg janggal,
Seperti ada yang belum banyak berubah
Biang dari segala resah dan gelisah

Bila CINTA itu memperhatikan
Sudahkah seluruh perhatian telah tertuju pada-Nya?

Bila CINTA itu menumbuhkan
Sudahkah cinta pada-Nya bertumbuh seiring waktu?

Bila CINTA itu merawat
Sudahkah hati mnjadi lahan subur & tak gersang?

Bila CINTA itu melindungi
Sudahkah setiap amalan mnjadi pencegah kemungkaran?

Dirimulah, yg paling tahu,
Bagaimana hati mnjawab seluruh tanya

Bila diri tak acuh,
Mungkin saja tak ada cinta dlm hati
Bila hati berkata sudah,
Mungkin saja cinta itu kan berhenti brtumbuh sebab diri terlanjur puas akan kesucian diri
Bila hati berkata belum,
Mungkin saja terselip harapan akan proses perubahan tuk membuktikan kesucian cinta seorang hamba kepada Sang Pencipta

Mungkin saja. Ya, Itu mungkin saja…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebelum Ajal Tiba

Jika ingin selamat dalam kehidupan dunia ini, jauhilah dosa, baik yang terang-terangan maupun yang tersamar. Janganlah beristighfar atas dosa tersebut, lalu kembali melakukannya. Perumpamaan orang yang banyak melakukan istighfar, tetapi masih mengulangi dosa-dosanya, seperti orang yang banyak minum obat, tetapi juga sering meminum racun. Nasihatilah dia dengan berkata,”Bisa jadi sebelum meminum obat, engkau sudah keburu mati lebih dahulu. Bisa jadi ajal datang setelah engkau berbuat dosa, padahal engkau belum sempat bertobat. Sehingga engkau pun mati dalam kondisi maksiat dan berdosa. Sungguh, ini adalah bahaya besar. Siapa pun yang enggan meninggalkan perbuatan terlarang, percuma ia melakukan kewajiban-kewajiban. Ibarat orang yang sakit, selama ia tidak menahan diri dari makanan yang dilarang dan tidak melakukan diet, percuma ia meminum obat. Ibarat orang yang membersihkan pakaiannya, sementara ia jatuhkan dirinya ke dalam kubangan lumpur. Mana mungkin pakaiannya bisa bers...

Satu

Satu yg belum menyatu, Satu yg belum bersatu Satu yg diam terpaku, Satu yg masih berpangku Itukah kita? benarkah kita adalah satu? Faktanya nian kelabu, segalanya beradu namun tak padu… Rindu akan kita bersatu, Melalui waktu demi waktu, Berbekal harapan, wujudkan impan mengukir sejarah baru Penuh khidmat dalam bahagia dan haru Inilah sebuah catatan ekspresi kalbu, Dari satu dan untuk satu Satu Tuhanku, Allah Ta’ala Satu Bangsaku, Indonesia #RF230114

Untuk Para "PENDIDIK"

Ditulis oleh Guru Besar FE UI - Prof. Rhenald Kasali LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. ...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya...